The Effectiveness of Gentle Human Touch in Stabilizing Vital Signs of Preterm Infants with Respiratory Distress Syndrome
Abstract
Respiratory Distress Syndrome (RDS) is a major respiratory disorder in premature infants that frequently causes unstable vital signs and increases neonatal morbidity and mortality. Therefore, safe non-pharmacological interventions are needed to support physiological stability during intensive care. This study aimed to analyze the implementation of Gentle Human Touch (GHT) in stabilizing the vital signs of premature infants with RDS in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). A case study design was employed involving one premature infant diagnosed with very low birth weight and RDS. Data were collected through clinical observation, measurement of vital signs, and the Premature Infant Pain Profile-Revised (PIPP-R) before and after a 10-minute GHT intervention administered once daily for three consecutive days (December 30, 2025–January 1, 2026). Data were analyzed descriptively. The findings demonstrated decreased respiratory and heart rates, increased oxygen saturation, normal body temperature, reduced chest retractions, and improved infant calmness without increased pain. In conclusion, GHT is an effective, safe, and easily applicable non-pharmacological nursing intervention for improving the physiological stability of premature infants with RDS. Further studies involving larger sample sizes are recommended.
Downloads
References
Eldeen, S. M., Ali, S., & Salama, H. (2020). Modification of Gentle Human Touch ( GHT ) With Left Lateral Position to Change the Frequency of Breath Among Low Birth Weight ( LBW ) Infants. Acta Biomedica, 93(6), 370–373. 10.2991/ahsr.k.200723.093
Rizal, M., Achmadi, T., Lukitasari, D., & Amrullah, J. F. (2025). Position Pada Pasien Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Pertukaran Gas Dengan Diagnosis Respiratory Distress Syndrome ( Rds ) Di Ruang Nicu Rsup Dr . Hasan Sadikin Bandung. Malahayati Nursing Journal, 6(7), 2728–2742.
WHO. (2024). Newborn mortality: Key facts and estimates. World Health Organitation. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/newborn-mortality
Delviana, M., & Bunda, P. T. (2023). Faktor Risiko Kejadian Respiratory Distress Of Newborn Di Neonatal Intensive Care Unit. Journal of Anesthesiology Tiara Bunda, 1(1), 9–24. https://jurnal.poltektiarabunda.ac.id/index.php/jatb/article/download/196/140-
SKI. (2023). SURVEI KESEHATAN INDONESIA. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
MPDN. (2023). Evaluasi kematian neonatal di Kalimantan Timur. Subspes Obsginsos KSM Obstetri Dan Ginekologi. Sapos.co.id. (2023). Evaluasi kematian neonatal di Kalimantan Timur https://www.sapos.co.id/pro-bisnis/2454721797/evaluasi-kematian-neonatal
Skripsiana, N. S., Nursantari, W., Heriyani, F., Habibah, S., Zein, & Sembiring, H. C. E. (2025). Identification of the Cause of Infant Mortality in Balangan Regency South Kalimantan Province in 2023. Berkala Kedokteran, 21(1), 9–20.
Elfarargy, M. S., Al-ashmawy, G. M., Abu-Risha, S., & Khattab, H. (2021). Novel predictor markers for early differentiation between transient tachypnea of newborn and respiratory distress syndrome in neonates. International Journal of Immunopathology and Pharmacology, 35, 1–10. https://doi.org/10.1177/20587384211000554
Kaltsogianni, O., Dassios, T., & Greenough, A. (2023). Neonatal respiratory support strategies—short and long-term respiratory outcomes. Fronties in Pediatrics, 11(7), 1–11.https://doi.org/10.3389/fped.2023.1212074
Faliani, I., Fajri, N., Kuala, U. S., & Kuala, U. S. (2025). Asuhan Keperawatan Pada Bayi Dengan Prematuritas- Berat Badan Lahir Sangat Rendah (Bblsr) Dan Respiratory Distress Syndrom (Rds): Studi Kasus. Indonesian Journal of Health Science, 5(5), 1142–1151. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i5.1735
Ionio, C., Ciuffo, G., & Landoni, M. (2021). Parent – Infant Skin-to-Skin Contact and Stress Regulation : A Systematic Review of the Literature. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(4695), 2–14. https://doi.org/10.3390/ijerph18094695
Lucia, V., Rosa, L., Geraci, A., Iacono, A., & Commodari, E. (2024). Affective Touch in Preterm Infant Development : Neurobiological Mechanisms and Implications for Child – Caregiver Attachment and Neonatal Care. Children, 11(1047), 2–15. https://doi.org/10.3390/children11111407
Maharani, Y., Suwondo, A., Hardjanti, T. S., & Hadisaputro, S. (2017). THE IMPACT OF GENTLE HUMAN TOUCH IN INCREASING BABY WEIGHT , BODY TEMPERATURE AND PULSE STABILITY ON. Belitung Nursing Journal, 3(4), 307–315. https://doi.org/10.33546/bnj.153
Cahyadewi, A., Ratih, F., Putri, W., Yani, F., & Theresia, N. (2025). Studi Kasus Implementasi Musik Klasik Mozart Untuk Stimulasi Kognitif : Gangguan Memori Pada Anak Epilepsi. 9(3), 258–273. https://doi.org/10.33366/nn.v9i3.3519
SDKI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). https://doi.org/Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Eldrian, F., Liana, N., Permana, Y. A., Lismawati, & Roland Helmizar. (2024). Profilrespiratory Distress Pada Bayi Baru Lahir Di Nicu Rsia Siti Hawa Padang Tahun 2021. Nusantara Hasana Journal, 3(12), 79–86. https://doi.org/10.59003/nhj.v3i12.1121
SLKI. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). DPP PPNI.
Kılınc, D., & Çağlar, S. (2025). The Effect of Mother ’ s Gentle Human Touch on Preterm Neonate ’ s Pain and Maternal Anxiety During Venipuncture in Turkiye. Research in Nursing & Health RESEARCH, 48(4), 487–496. https://doi.org/10.1002/nur.22472Digital Object Identifier (DOI)
Riadini, A. Y., Suwandono, A., & Runjati. (2019). A modified gentle human touch (GHT) to increase oxygen saturation levels on low birth weight infants: A study at a Private and Public Hospital in Central Java, Indonesia. Global Health Management Journal, 9296(1), 4–7. 10.2991/ahsr.k.200723.093
Copyright (c) 2026 Sri Wahyuni, Fatma Zulaikha, Ni Wayan Wiwin Asthiningsih, Nur Fithriyanti Imamah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.






