Correlation of Pregnant Women’s Knowledge of Purine Intake with Uric Acid Levels
Abstract
Backgroud: Uric acid is the final product of purine metabolism, and one of the factors contributing to elevated uric acid levels is excessive purine consumption. High purine intake can increase the production of uric acid in the body. The prevalence of elevated uric acid levels in pregnant women is still common and, in advanced clinical conditions, may lead to preeclampsia. This may occur because during the second and third trimesters of pregnancy there is a decrease in glomerular filtration rate due to changes in renal function. Objective: To determine the relationship between the level of knowledge of pregnant women regarding purine intake and uric acid levels at UPTD Puskesmas III North Denpasar. Methods: This study was an analytical observational study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 56 pregnant women in the second and third trimesters selected using accidental sampling technique. Data on the level of knowledge regarding purine intake were obtained through a questionnaire, while uric acid levels were measured using capillary blood examination with the Point of Care Testing (POCT) method. Results: The results showed that 62.5% of pregnant women had good knowledge and 71% had normal uric acid levels. The Spearman Rank correlation test showed a significance value of p = 0.000 and a correlation coefficient of r = 0.915. Conclusion : There is a significant relationship between pregnant women's knowledge about purine intake and uric acid levels, and it shows a very strong positive direction. Pregnant women are advised to be selective in choosing the foods they consume to prevent an increase in uric acid levels during pregnancy.
Downloads
References
Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Tentang Profil Kesehatan Ibu Hamil di Indonesia, Pusdatin. Kemenkes. Jakarta (2024).
Peraturan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Tentang Profil Kesehatan Denpasar Tahun 2021. Denpasar Bali (2021).
Firdaus, A. W. Laeli, H. U., Yuanta, Y. Hubungan Aktivitas Fisik, Asupan Purin, dan Status Gizi terhadap Kadar Asam Urat pada Pasien Hiperurisemia. HARENA: Jurnal Gizi, 4(1) :1–10 (2024).
Patricia B.L., Karina S.A., Nany H., Verawati S. Peningkatan Pengetahuan Asupan Gizi Seimbang dan Nutrigenomik pada Anggota Masyarakat Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis Indonesia. JUARA: Jurnal Wahana Abadimas Sejahtera. 4(2): 160–171 (2023).
Aulia, A. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule di Jurusan Kebidanan Universitas Muhammadiyah Mataram. Jurnal Ilmu Kebidanan, 2(2) : 20-35 (2024).
Utami, M., Iryanti, I., Kamsatun, K., & Kurniasih, S. Gambaran pengetahuan remaja putri tentang usia dan jarak kehamilan. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 1(1) : 15–24 (2020).
Sari, R. I., & Andriyani, A. Mengenal Kesehatan Reproduksi Pada Wanita. Tahta Media (2024).
Sari A., Lestari M. Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Kegawatdaruratan Kehamilan dengan Kepatuhan dalam Pemeriksaan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Glagah. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 1(3), 279–286 (2022).
Rahmawati, D. T., Rossita, T. Gambaran Jumlah Ibu Hamil, Ibu Hamil Trimester III, dan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kabupaten Mukomuko tahun 2018–2019. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3) : 178–183 (2020).
Wijayanti, K., Natosba, J., Riyanti, E. Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Reproduksi. Nuansa Fajar Cemerlang (2024).
Hidayah P., Pulungan, N. K. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Asam Urat (Gout Artritis) pada Ibu Hamil di Desa Benteng Huraba Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2020. Evidence Based Journal, 2(3) : 40–47 (2021).
Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (Edisi ke-3). Jakarta: Rineka Cipta (2020).
Aprilia, N., Rianti, E., & Nurhaeni, H. Perbandingan Gaya Hidup Ibu Hamil Bekerja dan Tidak Bekerja terhadap Kejadian Preeklamsia. Jurnal Keperawatan, 15(4) :1915–1922 (2023).
Green, L. W., & Kreuter, M. W. Health Promotion Planning: An Educational And Ecological Approach. McGraw-Hill Education (2019).
Wulandari, R. F., Sulistyaningtyas, L., & Jaya, S. T. Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan gizi ibu hamil. Journal of Community Engagement in Health, 4(1) : 155–161 (2021).
Nadimin, N., Ipa, A., Hartono, R., Aisy, N.R. Konseling Gizi Meningkatkan Pengetahuan dan Asupan Gizi Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19(1) : 27–34 (2024).
Haribaik, A. A. Gambaran Kadar Asam Urat pada Ibu Hamil di Puskesmas I Denpasar Selatan (Karya ilmiah, Poltekkes Kemenkes Denpasar) (2022).
Widniah, A. Z., & Fatia, M. Pengetahuan Tentang Perubahan Fisik Ibu Hamil Primigravida pada Trimester Pertama yang dipengaruhi oleh Hormon Kehamilan. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 9(1) (2024).
Dewi, N. A., et al. Hubungan Pola Konsumsi Purin dan Status Gizi dengan Kadar Asam Urat pada Masyarakat Desa Munduk Tengah Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science, 7(1) : 88–95 (2024).
Yansyah, E. J., & Marita, Y. Faktor Risiko Kejadian Asam Urat pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Multi Science Health, 16(2) (2024).
Copyright (c) 2026 Gusti Ayu Dhanu Wantari Dewi, Ni Luh Gede Puspita Yanti, Lia Cahya Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.





